Minjae, mantan perenang, kehilangan satu kakinya akibat penyakit. Kini sebagai mahasiswa doktoral, ia telah membangun kehidupan yang tenang dan teratur, hingga Yujin—mahasiswa pascasarjana yang sedang menata ulang hidupnya setelah sempat kehilangan arah—mengusik ketenangan itu. Di sebuah laboratorium robotika, kisah cinta mereka pun berkembang menjadi hubungan yang penuh gairah, getir namun manis, serta penuh kelembutan.














